Sosialis Alternatif
Pekerja Kuasa Perubahan
Arkib

Berita & Analisa

Sera

Myanmar’s 2025–26 ‘Sham Election’

Myanmar’s military staged elections amid civil war and repression in an attempt to legitimise its rule. But the 2021 mass movement showed where the real power to defeat the junta lies: with workers and youth organised independently.

Fel

Protest Across Indonesia

Protests have once again erupted across Indonesia as students and workers confront rising living costs, austerity, militarisation, and the contradictions of the Prabowo government. This article examines the social and economic forces driving the unrest, situates them within the broader crisis of Indonesian and global capitalism, and argues that lasting change requires more than replacing governments. It makes the case for international working-class solidarity and the building of socialist organisations capable of transforming society.

Kelvin Lai

Scam Slavery in the Death Agony of Capitalism

The harrowing rise of scam slavery in Southeast Asia, where hundreds of thousands are trafficked or baited into fortified compounds to conduct forced digital fraud under the threat of torture and death, is not a criminal anomaly, but a symptom of global capitalism in deep decay, fueled especially by a glut of Chinese capital and its intensifying exploitation of a growingly desperate surplus labor force from all over the world.

Kelvin Lai

Perjanjian Kolektif CSB HSBC–NUBE ke-6 Termeterai: Kemenangan separa, ke arah mana seterusnya?

Rundingan sememangnya boleh menghasilkan kemenangan dan perlindungan, namun terhad jika dijadikan strategi tunggal. Tanpa tekanan industri dari akar umbi pekerja, ia akan tergendala dan seringkali ditunggang oleh bos dan menteri. Maka aksi industri dan mobilisasi bebas daripada majikan dan kerajaan kekal sebagai alat perjuangan utama buat kelas pekerja.

CA CSB ke-6 adalah satu kemenangan sebenar. Ia meningkatkan gaji, memperluaskan perlindungan sosial, dan menyerlahkan kekuatan organisasi pekerja.
Namun ia juga mendedahkan had strategi dan taktik perjuangan sedia ada di bawah sistem kapitalisme. Kerajaan selalu akan berpihak kepada para pemodal. Konsesi hanya akan diperoleh susulan tekanan yang berlarutan.
Oleh itu, perjuangan ke hadapan tidak boleh berhenti di meja rundingan semata-mata. Kita harus memperkukuh organisasi akar umbi pekerja yang mampu merintis jalan perjuangan yang lebih mandiri dan militan.

Yuva Balan

Hari Pekerja 2026 dan Krisis Kapitalisme

Dalam suasana sambutan Hari Pekerja tahun ini, kelas pekerja sedunia sedang berhadapan dengan krisis kapitalisme yang semakin mendalam serta ketegangan geopolitik dunia yang semakin meruncing. Peperangan dan konflik bersenjata terus merebak dari Palestin, Sudan, Republik Demokratik Congo hingga Myanmar, sementara ancaman perang dunia semakin nyata melalui peperangan di Timur Tengah dan Ukraine. Jutaan rakyat pekerja dan golongan miskin menjadi mangsa perang, pemindahan paksa, kebuluran serta kemiskinan yang semakin parah. Dalam masa yang sama, krisis kos sara hidup, serangan terhadap hak pekerja, pengangguran, krisis hutang serta dasar penjimatan ekonomi terus menekan kehidupan rakyat di hampir semua negara hari ini.